Review Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen atau SIM adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif. Pada dasarnya ialah Kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk informasi yang berguna,Sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik,Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi di antara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekeaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).
Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
Sabtu, 08 Desember 2018
Minggu, 02 Desember 2018
SIM (Sistem Informasi Manajemen) dalam PT PLN Persero
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PT PLN (PERSERO)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MANAJEMEN DALAM PT PLN (PERSERO)
Program pengembangan system informasi manajemen PLN memprioritaskan implementasi aplikasi perusahaan dan manajemen pelanggan.
Aktivitas yang telah dilakukan perusahaan hingga akhir 2006 adalah antara lain
1. Enterprise Resource Planning (ERP)
• Operasi sepenuhnya dari system ERP dimulai dari 4 projek awal (pilot project),
antara lain: kantor utama, distribusi bali, distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
dan PLN P3B.
• Inisiasi implementasi program Go Live Support Extension (GLSE)
2. Information Technology Master Plan (ITMP)
• Pembuatan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP), dimana salah satunya adalah corporate and shared services (CSSC – Corporate Share Services Center).
• Pengaturan dari skenario yang terbesar dari pengembangan sebuah Customer
Information System (CIS).
3. Information Technology Detail Implementation Plan (ITDP)
Penyelesaian laporan dari awal, yaitu pengisian kuesioner untuk DisCo(Distribusi), TransCo(Transmisi), dan GenCo(Generasi), dan kemudian akan dilanjutkan dengan studi komparatif pada praktek terbaik sebelum kompilasi akhir dari dokumen perencanaan detail IT (IT Details Plan document).
4. Customer Information System (CIS)
Pembentukan tim koordinasi CIS PLN 2006 yang menyusun dan menyiapkan rencana kebijakan dan aktivitas untuk mengimplementasikan aplikasi CIS PLN 2006
5. E-Procurement
• Modul KHS (Unit Price Agreement) dari aplikasi e-Proc telah beroperasi dalam
beberapa bagian unit PLN.
• Aplikasi SIMAT menggunakan aplikasi data pendukung dari keseimbangan
supply material untuk e-Proc dalam 17 unit.
6. I-SMS
• Penyelesaian dari Service Cooperation Agreement untuk I-SMS 8123 untuk
periode tahun 2006-2007 antara PT PLN (Persero) dan operator selular sebagai
penyedia konten (Content Provider).
• Penandatanganan kontrak (Agreement) dari layanan I-SMS out-in Service Pilot Project Implementation telah diadakan di APJ Surabaya Selatan pada unit distribusi PLN Jawa Timur
KESIMPULAN
Sistem informasi manajemen Manajemen dalam PLN seperti yang telah disebutkan, merupakan penambahan dari sistem informasi manajemen manajemen yang sebelumnya telah ada pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan tentu saja untuk menunjang operasi PLN dalam menyediakan listrik bagi masyarakat luas seiring dengan perkembangan teknologi dan tentu saja permintaan listrik dari pelanggan yang semakin besar sehingga diperlukan sistem informasi manajemen yang harus bisa menunjang permintaan tersebut. Pembuatan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP), telah dilakukan pada kantor utama, distribusi Bali, distribusi Jakarta Raya dan Tangerang dan PLN P3B dan ditujukan sebagai program implementasi awal dari Go Live Support Extension. PLN juga sedang mengembangkan salah satu aplikasi ERP yang mencakup rencana pembuatan beberapa aplikasi yang termasuk dalam Information Technology Master Plan (ITMP) (rencana utama teknologi informasi) yang mencakup rencana pembuatan aplikasi corporate and shared services (CSSC – Corporate Share Services Center), Customer Information System (CIS), e-procurement, dan I-SMS 8123. Dari sekian jumlah sistem informasi manajemen baru yang telah diimplementasikan PLN, dapat dikatakan belum memadai untuk melayani masyarakat, sebab keterbatasan sumber daya manusia yang menjadi kendala utama sulit untuk diatasi. Penerapan CIS juga masih membutuhkan waktu yang belum jelas sebab dalam tahun 2006 saja hanya masih dalam tahap perencanaan.
SARAN / HAMBATAN DALAM PENERAPAN
1. PLN seharusnya membuat estimasi waktu dan tahapan yang akan diselesaikan dalam jangka waktu tertentu agar bisa lebih jelas dalam melakukan pengendalian.
2. Penerapan sistem informasi manajemen dalam PLN sebaiknya segera dilakukan berhubungan dengan teknologi yang makin maju ini, masyarakat tentu saja membutuhkan pelayanan yang lebih baik.
3. Dalam menerapkan system informasi, PLN sebaiknya membagi proporsi yang sesuai bagi setiap kantor pusat wilayah, bukan hanya pada satu wilayah, seperti hanya pada pulau jawa saja, sedangkan untuk wilayah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Irian belum mendapat bagian penerapan sama sekali. Hal ini ditujukan agar bisa lebih mudah untuk menerapkan seluruh system ERP pada seluruh cabang, baik pusat maupun cabang pembantu agar di kemudian hari bisa lebih mudah dalam menerapkan/menyebarluaskan penerapan system untuk seluruh bagian PLN sebab seperti yang kita ketahui, lain wilayah, lain budaya, jadi PLN harus bisa memperhatikan sebaik mungkin hal ini dalam penerimaan system oleh orang-orang yang bekerja di PLN setiap wilayah.
SIM (Sistem Informasi Manajemen)
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJAEMEN DAN MANFAAT UMUMNNYA
Berikut tulisan tentang definisi atau pengertian sistem informasi manajemen dan manfaatnya.
Saat ini kata manajemen sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena
setiap organisasi ataupun perusahaan tentunya memiliki manajemen untuk
mengatur segala kegiatan yang dijalankannya, bahkan sampai dunia
pendidikan-pun menggunakan manajemen untuk mengatur segala kegiatannya.
Lalu pada kesempatan kali ini kita akan memberikan penjelasan tentang
Sistem Informasi Manajemen, untuk memahaminya dapat kamu baca pada
tulisan kali ini.
A. Penjelasan Sistem Informasi Manajemen
Yang dimaksud Sistem Informasi Manajemen
adalah suatu sistem informasi yang digunakan oleh organisasi untuk
mengelola semua transaksi yang mendukung fungsi manajemen, dan dapat
berguna untuk pengambilan keputusan. Atau sistem informasi manajemen
yaitu sistem informasi yang menghasilkan Output dengan masukan Input dan berbagai proses lainnya yang hasilnya dibutuhkan untuk tujuan tertentu dalam kegiatan manajemen.
Sistem informasi manajemen sering sekali
disingkat dengan SIM, hasil dari SIM umumnya selalu menjadi
pertimbangan untuk mengambil suatu keputusan dalam sebuah organisasi.
Dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen, berbagai macam pekerjaan
yang ada hubungannya dengan analisis manajemen selalu dapat diselesaikan
dengan cepat. Sistem Informasi Manajemen dapat berjalan secara baik
jika didukung dengan teknologi yang canggih, sumber daya manusia yang
berkualitas dan komitmen organisasi. Sistem Informasi Manajemen sangat
berguna untuk mendukung fungsi manajemen, operasional dan pengambilan
suatu keputusan.
Kegiatan SIM juga dapat mendukung proses
bisnis pada sebuah perusahaan dan sangat penting untuk kelangsungan
perusahaan. Jadi perusahaan harus memiliki komitmen untuk menjalankan
Sistem Informasi Manajemen, supaya berbagai proses pada perusahaan
termasuk proses produksi dapat berjalan dengan baik dan tentunya dapat
memberikan keuntungan juga.
Apa itu sistem informasi manajemen?
Supaya informasi yang dihasilkan oleh
Sistem Informasi Manajemen dapat berguna bagi manajemen, maka analisis
sistem harus mengetahui berbagai macam kebutuhan informasi yang
dibutuhkannya misalnya dengan mengetahui berbagai kegiatan pada
masing-masing tingkatan manajemen dalam organisasi dan tipe keputusan
yang bisa diambil untuk menyelesaikan permasalahan. Dapat dikatakan
bahwa dibentuknya sistem informasi manajemen atau SIM pada suatu
perusahaan yaitu supaya manajemen dapat memiliki berbagai informasi
bermanfaat yang nantinya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
B. Proses Pada Sistem Informasi Manajemen
Tentunya untuk menjalankan SIM membutuhkan berbagai proses, inilah proses SIM dan aktivitas-aktivitasnya:
a. Perencanaan
Merupakan rumusan mengenai metode
kegiatan secara rinci, untuk mencapai tujuan atau target akhir dari
suatu organisasi. Jadi perencanaan merupakan langkah-langkah yang rinci
untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
b. Pengendalian
Jika perencanaan telah dibuat dan
dilaksanakan atau di terapkan oleh anggota-anggota suatu organisasi,
maka manajer harus mengawasi pelaksanaan dari perencanaan tersebut
supaya dapat berjalan dengan baik dan tidak menyimpang dari jalur yang
sudah ditetapkan.
c. Pengambilan keputusan
Merupakan pemilihan keputusan diantara
berbagai macam alternatif yang ada, proses ini merupakan hasil dari
perencanaan dan pengendalian. Jadi manajer harus memilih diantara
berbagai macam keputusan yang ada supaya tujuan perusahaan atau
organisasi dapat tercapai.
C. Karakeristik Sistem Informasi Manajemen
Adapun karakteristik yang dimiliki oleh SIM, diantaranya:
- Meningkatkan efektifitas dan efesinsi dengan mengurangi pengeluaran biaya.
- Beroperasinya pada tugas yang terstruktur yaitu seperti pada prosedur perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan.
- Menghasilkan Output misalnya berupa laporan yang berguna bagi manajemen untuk pengambilan suatu keputusan (keputusan yang diambli hasil dari pertimbangan dan analisis laporan).
D. Fungsi atau Manfaat SIM Secara Umum
Dapat disimpulkan dari penjelasan diatas tadi beberapa fungsi/manfaat SIM diantaranya:
- Untuk memudahkan manajemen dalam melakukan perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan.
- Untuk meningkatkan efesiensi dalam mengakses data atau informasi supaya lebih cepat dan akurat.
- Untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang dapat mendukung organisasi atau perusahaan.
E. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Bagi Perusahaan
Adapun beberapa manfaat yang didapatkan dari SIM untuk perusahaan, diantaranya:
- Adanya ketersediaan kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi.
- Meningkatkan aksesbilitas informasi secara tepat waktu dan secara akurat untuk para penggunanya, tanpa diperlukan perantara.
- Dapat berguna untuk mengelola berbagai transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan informasi baru yang dapat menciptakan keuntungan.
- Dapat mengembangkan proses perencanaan yang telah dibuat supaya menjadi lebih efektif.
- Dapat mengidentifikasi berbagai macam kebutuhan keterampilan yang mendukung sistem informasi.
- Mengantisipasi dan memahami berbagai macam konsekuensi ekonomis dari suatu sistem informasi dan teknologi yang baru.
- Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pemeliharaan maupun pengembangan sistem informasi.
- Mendukung untuk pengambilan suatu keputusan manajemen.
F. Kenapa Sistem Informasi Manajemen Sangat Di Perlukan Dalam Bisnis?
Terdapat faktor-faktor lain yang membuat
SIM menjadi sangat diperlukan, salah satunya dalam dunia bisnis.
Misalnya manajer harus langsung berhadapan dengan lingkungan bisnis yang
semakin kompleks atau rumit. Salah satu alasannya dari kerumitan ini
yaitu semakin ketatnya persaingan dan peraturan yang dikeluarkan oleh
pemerintah. Bukan hanya rumit, tapi lingkungan bisnis juga selalu
dinamis sehingga para manajer harus membuat keputusan yang tepat dari
informasi yang telah di didapatkannya untuk membuat keputusan bisnisnya.
G. Klasifikasi Sistem Informasi Manajemen
SIM adalah kumpulan dari berbagai macam sistem informasi, oleh karena itu SIM terdiri dari sistem-sistem seperti:
a. Sistem informasi personalia
Menyediakan berbagai macam informasi yang ada hubungannya dengan anggota, pegawai, pengumuman dan lain-lain.
b. Sistem informasi akuntansi
Menyediakan berbagai macam informasi dari transaksi keuangan pada suatu organisasi atau perusahaan.
c. Sistem informasi pemasaran
Menyediakan berbagai macam informasi yang ada hubungannya dengan penjualan, promosi dan kegiatan pemasaran lainnya.
d. Sistem informasi manajemen persediaan
Menyediakan berbagai macam informasi yang ada hubungannya dengan persiapan, persediaan, cadangan dan lain-lain.
e. Sistem informasi distribusi
Menyediakan berbagai macam informasi yang ada hubungannya dengan penyaluran dan pengiriman barang atau jasa ke berbagai tempat.
f. Sistem informasi pembelian
Menyediakan berbagai macam informasi yang ada hubungannya dengan permintaan barang dari konsumen dan lain-lain.
g. Sistem informasi kekayaan
Menyediakan berbagai macam informasi yang ada hubungannya dengan investasi, aset perusahaan dan lain-lain.
h. Sistem informasi penelitian & pengembangan
Menyediakan berbagai macam informasi
yang ada hubungannya dengan analisis data, penyajian data dan lain-lain
untuk memecahkan masalah yang ada demi kemajuan dan perkembangan
organisasi.
i. Sistem informasi analisis kredit
Menyediakan berbagai macam informasi
yang ada hubungannya dengan permohonan kredit dari berbagai aspek yang
ada pada organisasi .
j. Sistem informasi teknik
Menyediakan berbagai macam informasi yang ada hubungannya dengan sistem-sistem yang ada pada organisasi.
H. Tingkatan-Tingkatan Manajemen
Sistem informasi akan memberikan
berbagai macam informasi kepada manajemen/manager. Adapun
tingkatan-tingkatan manajemen dalam organisasi, diantaranya:
a. Top Level Management
Disebut juga dengan manajemen puncak,
biasanya terdiri dari CEO, pimpinan direksi, general manager atau
presiden direksi. Top level manajemen merupakan tingkatan manajemen yang
tertinggi dalam suatu organisasi, memiliki tanggung jawab terhadap
semua aktivitas atau kegiatan organisasi.
b. Middle Level Management
Disebut juga manajemen menengah,
biasanya seperti manajer divisi, kepala cabang-cabang, kepala departemen
dan lain-lain. Mempunyai tugas untuk mengembangkan rencana-rencana
sesuai dengan tujuannya dan memiliki tanggung jawab kepada manajemen
puncak.
c. Lower Level Management
Disebut juga dengan manajemen lini
pertama, biasanya seperti mandor, supervisor dan lain-lain. Merupakan
tingkatan manajemen paling bawah, bertugas untuk memimpin dan mengawasi
petugas-petugas operasional dan bertanggung jawab kepada manajemen yang
lebih tinggi.
Perlu diketahui bahwa sistem informasi
manajemen tidak selalu menggunakan atau membutuhkan perangkat komputer
dalam operasionalnya. Demikian tulisan yang menjelaskan tentang
pengertian sistem informasi manajemen, semoga dapat dipahami dan
tentunya semoga dapat memberikan manfaat terutama dalam menambah
pengetahuan pembaca.
Kamis, 16 November 2017
MENGHADAPI COBAAN HIDUP YANG BERAT
Besar atau kecil, ringan atau berat,
semua orang yang hidup pasti pernah mengalami masalah dalam
kehidupannya. Beberapa dari masalah itu bisa dihindari atau diselesaikan
dengan baik sementara sebagian lainnya tidak akan ingat cara mengatasi
masalahnya sendiri. Mengalami suatu masalah adalah cobaan hidup bagi
kita semua. Jika berhasil melewatinya, maka kualitas diri kita akan
meningkat dan akan memperkaya pengalaman hidup.
Berdiam diri dan menunggu masalah menghilang dengan sendirinya atau
mencoba mengabaikannya bukanlah langkah yang bijak. Jika kita tidak
mengambil langkah untuk mencoba mengatasi masalah yang sedang kita
hadapi maka tentu saja kita tidak akan menemukan jalan keluarnya.
Menunda menyelesaikan masalah seringkali akan mendatangkan akibat yang
lebih buruk dan membuat situasi semakin rumit. Ada beberapa cara
menghadapi masalah hidup yang berat yaitu:
1. Berdoa
Cara menanggulangi persoalan yang berat yakni berdoa. Sebagai manusia
yang yakin keberadaan Tuhan, kita kudu tetap berdoa sehingga diberikan
jalur terlihat untuk menanggulangi persoalan apa pun yang kita alami.
Berdoa termasuk jadi salah satu cara sehingga kita tidak terpuruk disaat
tengah mengalami cobaan dan dapat mempertahankan takaran keimanan yang
berguna untuk memperkuat mental dalam meniti setiap episode kehidupan.
Berdoa termasuk dapat jadi salah satu cara menghadapi persoalan keluarga
dalam Islam.
2. Berpikir Positif
Tentu saja sulit mempertahankan pikiran yang positif di saat kita
sedang memikirkan kemungkinan – kemungkinan terburuk yang bisa terjadi
dari masalah yang sedang dialami. Akan tetapi, mempertahankan pikiran
positif sangat berguna bagi kelangsungan pikiran waras kita. Jika tidak,
akan sangat mudah bagi kita mengalami stres bahkan depresi. Usahakan cara menenangkan hati dan pikiran serta cara bersikap tenang agar masih bisa melihat sisi baik dari suatu kesulitan yang datang.
3. Mencurahkan Isi Hati
Tidak semua masalah bisa kita simpan sendiri. Terkadang kita perlu
mengeluarkan unek – unek walaupun belum ada jalan keluar daripada terus
menyimpan masalahnya sendirian. Saat itulah gunanya jika kita memiliki
teman yang mempunyai ciri - ciri teman yang baik.
Lebih baik lagi jika teman yang menjadi tempat curahan hati bisa
memberikan solusi atau pandangan dari sudut lain bagi penyelesaian
masalah kita.
4. Kembangkan Hobi
Walaupun sedang memiliki beban pikiran, tidak berarti kita harus memikirkannya setiap saat. Carilah hobi wanita yang disukai pria atau hobi pria yan disukai wanita
untuk menyibukkan diri, agar pikiran tidak selalu terpusat pada masalah
dan mengabaikan aspek lainnya dalam kehidupan. Jika pikiran
kita diseimbangkan untuk memikirkan hal yang lain, maka kekeruhan
pikiran bisa berkurang sedikit demi sedikit dan bisa berpikir jernih.
5. Olahraga
Selain menjadi cara membuat tubuh ideal dan cara mengubah penampilan diri
menjadi lebih menarik, olah raga adalah juga merupakan cara untuk
mengelola stres. Seseorang yang sedang memiliki beban pikiran akan
cenderung rentan mengalami stres dan akan berakibat pada kondisi
fisiknya pula. Bisa jadi kita akan mudah jatuh sakit. Untuk menghindari
hal tersebut, tetaplah rajin berolah raga.
6. Refreshing
Menjernihkan pikiran juga bisa dilakukan dengan refreshing. Salah
satu bentuknya adalah berjalan – jalan keluar, ke udara terbuka. Jika
masalah di kantor yang sangat berat membuat Anda terganggu, cobalah
untuk berjalan keluar ruangan. Udara segar biasanya dapat membantu
menguraikan pikiran yang kusut, sehingga dapat menjadi cara membuat hati lebih ikhlas dalam menerima cobaan apapun. Anda juga bisa mengambil waktu berlibur selama beberapa hari untuk menjernihkan pikiran.
7. Mendengarkan musik
Musik mampu mengubah suasana hati seseorang dengan cepat. Dalam
sebuah irama musik favorit, biasanya seseorang menemukan cara untuk
menenangkan dirinya yang sedang mengalami suasana hati buruk. Cobalah
dengarkan musik favorit untuk menghilangkan beban pikiran sementara dari
diri kita. Musik juga dapat menjadi sarana untuk menjernihkan pikiran
yang banyak terganggu.
8. Berusaha Objektif
Kadang ketakutan kita akan mengalami nasib buruk dapat menghalangi
pikiran yang obyektif. Padahal dengan mempertahankan pola pikir
objektif, kita akan mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang
dan dengan jelas. Kedulitan bersikap objektif juga bisa disebabkan
karena emosi yang dirasakan. Maka cobalah cara mengendalikan diri dari emosi dan cara menghilangkan rasa marah dalam diri agar bisa berpikir dengan benar.KETERLIBATAN BAWAHAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN
Para manejer akan sulit untuk membuat keputusan tanpa melibatkan bawahan, keterlibatan ini dapat formal, seperti pengunaan kelompok dalam pembuatan keputusan, atau informal, seperti permintaan akan gagasan.
- 1. Pembuatan Keputusan Kelompok
Kebaikan
|
Kelemahan
|
|
1. Implementasi suatu keputusan apakah
dibuat oleh kelompok atau tidak, haru diselesaikan oleh para
manejersecara individual. Karena kelompok tidak diberikan tanggung
jawab, keputusan kelompok dapat menghasilkan situasi dimana tidak
seorangpun merasa bertanggung jawab dan saling melempar tanggung jawab.
|
- Keputusan relative lebih baik,logis,dan ideal sebab hasil dari pemikiran bersama
- Kecendrungan untuk bertindak otoriter dapat terhindarkan
- Meningkatkan kerjasama antara anggota grup
- Resiko dan dampak negative dari keputusan semakin kecil
- Pembinaan anggota grup akan lebih baik
- Pengambilan keputusan akan memerlukan waktu yang lama
- Biaya pengambilan keputusan relative lebih banyak
- Penanggung jawab keputusan kurang jelas
- Minoritas kadang-kadang terpaksa menyetujui keputusan karena kalah suara.
TIPE TIPE DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Definisi Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan terdiri dari tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan untuk mengambil keputusan, tahap-tahap ini merupakan keragka dasar sehingga setiap tahap dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa sub tahap disebut langkah yang lebih khusus atau spesifik dan lebih operasional. Pengambilan keputusan (decision making) merupakan salah satu proses manajemen yang penting bagi setiap organisasi. Manajemen lainya dilatar belakangi oleh adanya keputusan yang dibuat oleh manajer puncak, yang kemudian secara hirarkis dibuat oleh pegawai di tingkat yang lebih rendah dalam suatu organisasi. Dengan kata lain Pengambilan keputusan (decision making) adalah tindakan manajemen di dalam pemilihan altematif untuk mencapai sasaran. Pengambilan keputusan juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingan–kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan.
Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang penting dalam menyediakan informasi untuk manajemen setiap tingkatan. Tiap2 kegiatan dan keputusan manajemen yg berbeda membutuhkan informasi yang berbeda. Oleh kana itu untk dpt menyediakan informasi yg relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembang system informasi hrs memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.
2. Tipe Kegiatan Manajemen
Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya didalam organisasi dibagi menjadi 3 bagian :
a) Perencanaan strategic : merupakan kegiatan manajemen tingkat atas, sebagai proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi-strategi.
Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : Lingkungan luar dapat mempengaruhi jalannya organisasi, oleh karena itu manajemen tingkat atas hrs pandai mengevaluasinya, hrs dpt bereaksi thd kesempatan2 yg diberikan oleh lingkungan luar, misal produk baru, pasar baru. Selain itu manajemen tingkat atas hrs tanggap terhadap tekanan2 dari lingkungan luar yg merugikan organisasi dan sedapat mungkin mengubah tekanan menjadi kesempatan.
Penetapan tujuan adalah apa yg igin dicapai oleh organisasi berdasarkan visi yg dimiliki oleh manajemen. Misalnya tujuan perusahaan adalah dlm waktu 5 thn menjadi penjual terbesar didalam industri dgn menguasai 60% pasar.
Penentuan strategi : Manajemen tkt atas menentukan tindakan2 yg hrs dilakukan oleh organisasi dengan maksud untk mencapai tujuan2nya. Dengan strategi semua kemampuan yg berupa sumberdaya2 dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat diraih.
b) Pengendalian manajemen : system untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yg sudah ditetapkan secara efektif dan efisien. Ini merupakan tingkatan taktik(tactical Level), yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yg dijalankan biasanya bersifat jangka pendek ± 1 thn. Proses pengendalian manajemen terdiri dari : pembuatan program kerja, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran, pelaporan dan analisis.
c) Pengendalian operasi : Sistem untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini merupakan penerapan program yang telah ditetapkan di pengendalian manajemen.Pengendalian operasi dilakukan dibawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada tugas2 tingkat bawah.
3.Tipe Keputusan Manajemen
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran. Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
a) Keputusan Tidak Terstruktur (unstructured decision)
adalah keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar, Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting di dalam pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaari lain adalah contoh keputusan tidak terstruktur
yang jarang terjadi.
b) Keputusan Setengah Terstruktur (semi-structured decision)
adalah keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak tersruktur. Keputusan tipe ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci. Contoh dari keputusan tipe ini misalnya adalah keputusan membeli sistem komputer yang iebih canggih. Contoh yang lainnya misalnya adalah keputusan alokasi dana promosi.
c) Keputusan Terstruktur (structured decision)
adalah keputusan yang berulang-ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manajemen tingkat bawah. Contoh dari keputusan, tipe ini misalnya adalah keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang dan lain sebagainya
4.Manajemen dan Pengambilan Keputusan
Manajemen di dalam suatu organisasi sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Menurut tingkatannya manajemen dibedakan menjadi 3 tingkat, yaitu:
a)Manajemen Puncak | Top Level of Management
Pengambilan keputusan tidak terstruktur digunakan oleh manajemen puncak sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan strategis yang meliputi penentuan tujuan dan sasaran serta rencana jangka panjang organisasi, Manajemen Puncak bertanggung jawab terhadap arah kemajuan perusahaan. Informasi yang dibutuhkan manajemen tingkat ini ialah informasi yang luas mengenai arah kecendrungan perusahaan dan lingkungan eksternal. Manajemen Puncak atau Top Level Management umumnya terdiri atas direksi, CEO (Cheif Executive Officer), GM atau General Manager atau yang sering pula disebut Presiden Direksi (presdir). Direksi merupakan perwakilan dar pemilik perusahaan atau Pemegang Saham, mereka dipilih oleh pemegang saham perusahaan, dan CEO dipilih oleh Dewan Direksi perusahaan.
Ciri ciri dan Peran yang paling utama dari manajemen puncak adalah sebagai berikut:
· Menentukan rencana, tujuan, serta kebijakan perusahaan atau organisasi
· Bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen dibawahnya yang ada pada organisasi
· Memobilisasi sumber daya yang dimiliki perusahaan yang tersedia
· Manajemen puncak umumnya bekerja dari pemikiran, perencanaan lalu memutuskan, maka dari itu manajemen puncak juga sering disebut Otak organisasi atau Administrator
· Mempersiapkan rencana jangka panjang perusahaan
· Manajemen puncak mempunyai wewenang serta tanggung jawab yang maksimal.
· Manajemen puncak merupakan otoritas tertinggi pada sebuah organisasi, bertanggungjawab secara langsung kepada pemilik perusahaan (Pemegang Saham), Pemerintah maupun ke Masyarakat umum.
· Manajemen puncak memerlukan keterampilan konseptual yang lebih dibandingkan keterampilan secara teknis
b)Manajemen Tingkat Menengah | Middle Level of Management
Manajemen tingkat menengah berada pada tengah tengah dari hierarki pada sebuah perusahaan atau organisasi. Manajemen Tingkat Menengah bertanggungjawab atas pelaksanaan rencana yang sudah ditentukan oleh manajemen puncak. Pengambilan keputusan yang digunakan oleh manajemen pada tingkat ini adalah Keputusan setengah terstruktur (semi-structured decision). Manajemen tingkat menengah bisa meliputi beberapa tingkatan, membawahi dan mengarahkan aktivitas aktivitas manajer dibawahnya. Manajemen pada tingkat ini memiliki tanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh tingkatan manajemen yang lebih rendah dan bahkan terkadang terhadap beberapa karyawan operasionalnya. Manajemen pada tingkat menengah ini umumnya terdiri atas Kepala Departemen atau HOD, Manajer Cabang, Junior Executive. Kepala Departemen semisal Manajer Keuangan, Purchasing Manager dan yang lain lain. Manajer Cabang contohnya kepala cabang perusahaan atau unit lokal. Junior Eksekutif contohnya adalah Asisten Manajer Pembelian, Asisten Manajer Keuangan dan yang lainnya. Manajemen Tingkat Menengah ini dipilih oleh Manajemen Puncak. Tugas dan peran manajemen tingkat menengah beberapa diantaranya seperti berikut ini:
· Menjalankan perintah, kebijakan, rencana yang telah disusun oleh manajemen puncak
· Memberi saran atau rekomendasi kepada manajemen puncak
· Mengkoordinasikan seluruh aktivitas dari semua departemen yang ada
· Berkomunikasi dengan manajemen puncak dan manajemen tingkat yang lebih rendah posisinya
· Mempersiapkan rencana jangka pendek, umumnya disusun hanya untuk 1 hingga 5 tahun
· Mempunyai keterbatasan tanggung jawab dan wewenang karena manajemen tingkat menengah ini merupakan perantara manajemen puncak dengan manajemen yang lebih rendah.
· Bertanggung jawab secara langsung kepada Dewan Direksi dan CEO perusahaan
· Membutuhkan keterampilan yang lebih manajerial serta teknis dan kurang membutuhkan
keterampilan yang sifatnya konseptual
c)Manajemen Lini Pertama (First Line Management)
Manajemen Lini Pertama atau Low Level Management adalah tingkatan manajemen yang paling rendah dalam sebuah organisasi yang memimpin serta melakukan pengawasan terhadap tenaga tenaga operasional pada sebuah perusahaan atau organisasi serta tidak membawahi manajer yang lain. Pengambilan keputusan yang digunakan oleh manajemen pada tingkat ini adalah Keputusan terstruktur (structured decision). Manajeemn Lini Pertama ini umumnya terdiri atas mandor dan pengawas yang dipilih oleh manajemen level menengah. Mereka biasanya juga disebut dengan tingkat Supervisor atau pengawas. bahkan mereka pula dikenal sebagai manajemen operasional yang terlibat secara langsung dalam proses produksi dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan rencana rencana yang sudah ditentukan oleh manajemen yang lebih tinggi. Manajemen tingkat yang paling bawah ini melaksanakan beberapa aktivitas seperti berikut ini:
· Mengarahkan karyawan atau pekerja
· Mengembangkan moral kepada para karyawan
· Menjaga hubungan yang baik antara manajemen tingkat menengah dan para pekerja
· Menginformasikan keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para karyawan atau pekerja, selain itu manajemen tingkat pertama ini memberi informasi mengenai kinerja, hambatan atau kesulitan, perasaan, tuntutan ataupun hal lainnya dari para karyawan atau pekerja
· Manajemen tingkat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengendalikan dan mengarahkan pekerja
· Menyusun rencana harian, mingguan serta bulanan. tidak menyusun rencana jangka panjang
· Mempunyai kewenangan yang terbatasi namun tanggung jawab yang penting untuk mendapatkan pekerjaan yang dijalankan dari pekerja. Manajemen lini pertama ini dengan teratur harus memberi laporan dan bertanggung jawab secara langsung kepada manajemen level menengah
· Manajemen lini pertama ini juga membutuhkan keterampilan yang bersifat lebih teknikal dan kemampuan dalam berkomunikasi.
5.Tahapan Pengambilan Keputusan
Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan :
a) Intelligence : Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.
b) Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.
c) Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yg disediakan.
d) Implementation : Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.
CONTOH STUDI KASUS PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Kasus Kekecewaan Pelenggan Perusahaan Apple Terhadap Penurunan Harga Iphone
Pada tanggal 5 Septembe 2007, Steve Jobs, CEO
Perusahaan Apple melakukan praktek diskriminasi harga sebagai strategi
pemasarannya yaitu menurunkan harga product iPhone mereka yang sangat sukses
sejumlah $200 dari harga semula sebesar $599 yang merupakan harga perkenalan
yang sudah sejak dua bulan. Tak perlu dibicarakan, dia menerima email yang sangat banyak dari para pelanggan yang
kecewa dan marah. Dua hari kemudian, Steve Jobs menawarkan $100 kredit
yang dapat di gunakan di toko Apple dan online store kepada para pelanggan yang
sudah membayar harga penuh. Apakah keputusan untuk mengurangi $200 dan sikap
untuk melakukannya tepat dari sudut pandang etika?
Seandainya pihak management Apple melakukan sniff
test sebelum mengambil keputusan mungkin mereka memiliki kesimpulan bahwa
ibu mreka tidak akan bangga atau nyaman dengan keputusan tersebut. Sama halnya,
mungkin mereka akan sadar bahwa pengurangan harga juga bertentangan dengan kode
etik pelayanan pelanggan Apple.
Jika Apple hanya melihat dari sisi pemegang
saham dalam mengambil keputusan tersebut, mereka akan sadar selain pelanggan
awal yang terkena imbas, perusahaan Apple sendiri ternoda dan itu bisa juga
berimbas terhadap pelanggan lain yang mereka coba untuk dekati. Sebagai
tambahan, para pekerja Apple yang mana banyak diantara mereka sudah
tergoda oleh reputasi Apple yang kuat yang selalu menyediakan solusi yang
inovatif dengan standar tinggi akan dipertanyakan oleh company mothers, yang
mana akan melemahkan komitmen dan kesetiaan mereka.
Seandainya pihak perusahan Apple sudah
menerapkan philosophi etika traditional mereka akan mengetahui hal hal berikut.
1.
Konsekuensialisme
Dari sisi pandang keuntungan, Apple mengharapkan lebih dari sekedar
pengimbangan dari $200 pengurangan harga per unit in margin dan mendapatkan
jumlah penjualan yang besar. Jika hanya untukk iPhone saja mungkin cara
ini sudah tepat, tapi Apple juga memiliki banyak produk lain yang juga akan dibeli
oleh pelanggan mereka yang juga bisa terkenda dampak negatifnya. Dan juga
melihat keputusan tersebut sebagai kesempatan untuk pengurangan harga dari
harga awal yang tinggi. Sikap GOUGING sudah bisa di tebak yang mana akan
merusak nilai proposisi apple secara keseluruhan dan juga penjualan produk
selain iPhone akan terpengaruh sebagai dampak dari keputusan tersebut. Secara umum, pihak
management mungkin yakin dengan keputusan penggabungan untuk penjualan
iPhone dan produk lainnya.
2.
Tugas, Hak
dan Justice Para excecutive Apple
Mempunyai tugas untuk mendapatkan keuntungan selama hal tersebut tidak
melanggar hukum. Dalam kasus ini, para pembeli awal iPhone memiliki hak secara
legal untuk menuntut perusahaan dengan alasan perlakuan yang tidak adil.
Namun, aksi individual akan lebih sedikit dari pada class action. Dampak dari
ketidakadilan pengurangan harga dapat berupa tekanan buruk yang signifikan.
3.
Kualitas
Bagus yang Diharapkan
Dalam pikiran pelanggan dan pekerja pada perusahaan Apple, Jobs mempunyai
image secara teknis sebagai jenius yang berpandangan jauh ke depan yang terarah
untuk menyediakan nilai yang hebat bagi stakeholder. Penurunan harga $200 tidak
sesuai dengan harapan mereka pada Jobs dan Apple.
Apple seharusnya juga menggunakan pertanyaan “Tucker Framework” yang
dikembangkan dan dimodifikasi untuk menguji penurunan harga $200. Jika begitu
adanya, jawabannya adalah sebagai berikut:
1)
Apakah hal
ini menguntungkan? Hasilnya tidak jelas apakah menguntungkan atau tidak.
2)
Apakah hal
ini legal? Mungkin, kecuali perlindungan konsumen tidak disinggung.
3)
Apakah hal
ini adil? Tidak menurut beberapa pelanggan dan pekerja.
4)
Apakah hal
ini benar? Tidak menurut beberapa eksekutif, pekerja, dan pelanggan potensial.
5)
Apakah hal
ini mendemonstrasikan kualitas bagus yang diharapkan? Tidak seperti yang
didiskusikan sebelumnya.
6)
Pertanyaan
opsional: Apakah ini berkelanjutan? Isu dampak terhadap lingkungan tidak
dilibatkan dalam keputusan ini, tapi akan berdampak
7)
Negative dan
signifikan jangka menengah dan jangka yang lebih panjang. Sangat tidak bijak
untuk mengulang keputusan atau mengabaikan dampak negatif di masa depan yang
berpengaruh terhadap reputasi.
Sewajarnya, Apple harus mempertimbangkan praktek diskriminasi harga sebagai
strategi pemasaran sebagai ketidakadilan dan ketidakbijakan tanpa adanya
mitigasi bagi pembeli awal iPhone. Apakah pemberian kredit $100 memadai? Dalam
peristiwa apapun, Jobs dapat menghindari tekanan negatif dan kerusakan pada
reputasinya dan Apple, jika Apple telah menggunaka EDM untuk menganalisa keputusan sebelum
bertindak.
Hal ini harus menjadi catatan bahwa meskipun potongan harga yang disebutkan
pada kasus ini tidak jarang dan dianggap tidak umum sebagai masalah etika
serius, mereka mempunyai aspek etis yang bisa dinilai menggunakan pendekatan
EDM. Mereka merepresentasikan risiko yang dapat melemahkan reputasi eksekutif
dan perusahaan yang terlibat.
REVIEW/ tinjauan :
Dalam pengambilan keputusan, eksekutif maupun CEO suatu perusahaan perlu mempertimbangkan pendekatan etis pengambilan keputusan yaitu:
-
Consequences,
Utility
-
Duty,
Rights, Justice
-
Virtue
Expectations
Jika dijabarkan ketiganya, dapat dikatakan pertimbangan-pertimbangan dari
ketiga pendekatan antara lain:
§ Well-offness/ Consequentialism
Keputusan yang kan dibuat harus menghasilkan keuntungan lebih dari biaya
yang dikeluarkan. Dalam kasus Apple, tidak jelas apakah keputusan pengurangan
harga menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan atau
sebaliknya.
§ Rights, Duty/ Deontology
Keputusan yang akan dibuat seharusnya tidak menyinggung hak daripada
stakeholder termasuk pembuat keputusan. Menurut perusahaan, perusahaan telah
membuat keputusan yang benar. Akan tetapi ada pihak-pihak yang merasa mereka
tidak diperlakukan dengan adil dan bijak atas keputusan yang dibuat perusahaan
yakni pelanggan awal yang membeli produk perusahaan tersebut dengan harga
tinggi.
§ Fairness/ Justice
Pembagian keuntungan dan beban harus adil. Menurut beberapa pelanggan dan
pekerja, ada ketidakadilan dalam keputusan yang diambil oleh perusahaan.
§ Virtue Expectations/ Virtue Ethics
Motivasi keputusan harus merefleksikan kualitas bagus yang diharapkan
stakeholder. Bayak pelanggan merasa kecewa dengan keputusan ini. Artinya,
keputusan yang diambil sama sekali tidak merefleksikan kualitas bagus yang
diharapkan.
Empat pertimbangan di atas harus memuaskan orang yang terkena dampak
keputusan tersebut agar keputusan dapat dipertimbangkan sebagai keputusan yang
etis.
Namun, jika dilihat dari kasus perusahaan Apple yang dikaitkan dengan
pertimbangan di atas, lebih banyak dampak negatif yang dirasakan dari keputusan
tersebut. Artinya, keputusan yang diambil oleh perusahaan Apple belum cukup
etis.
Jika dilihat dari pendekatan tradisional dengan
5 pertanyaan, yakni:
- Apakah hal ini menguntungkan? Hasilnya tidak jelas apakah menguntungkan atau tidak seperti yang didiskusikan sebelumnya.
- Apakah hal ini legal? Mungkin, kecuali perlindungan konsumen tidak disinggung.
- Apakah hal ini adil? Tidak menurut beberapa pelanggan dan pekerja.
- Apakah hal ini benar? Tidak menurut beberapa eksekutif, pekerja, dan pelanggan potensial.
- Apakah hal ini mendemonstrasikan kualitas bagus yang diharapkan? Tidak seperti yang didiskusikan sebelumnya
- Pertanyaan opsional: Apakah ini berkelanjutan? Isu dampak terhadap lingkungan tidak dilibatkan dalam keputusan ini, tapi akan berdampak negative dan signifikan jangka menengah dan jangka yang lebih panjang.
- Sangat tidak bijak untuk mengulang keputusan atau mengabaikan dampak negatif di masa depan yang berpengaruh terhadap reputasi.
Menurut teori, jika terdapat lebih dari satu respon negative ketika lima
pertanyaan tersebut diajukan, pe,buat keputusan seharusnya merevisi kembali
keputusan yang akan diambil untuk menghapus dampak-dampak negative yang akan
timbul. Jika revisi keputusan berhasil dan mengarah kea rah positif, maka
keputusan yang diambil pun menjadi keputusan yang etis,
Jika dilihat dari kasus perusahaan Apple, terdapat lebih dari satu respon
negative atas pertanyaan yang diajukan. Dapat disimpulkan bahwa keputusan yang
diambil oleh Apple bukanlah suatu keputusan yang etis.
Sabtu, 23 September 2017
PT KAI (Persero)
PT Kereta Api Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara uang menyediakan, mengatur dan mengurus jasa angkutan kereta api di Indonesia. Layanan yang diberikan perusahaan ini meliputi angkutan barang dan penumpang. Pada akhir bulan Maret 2007, DPR mengesahkan revisi Undang-Undang 13/1992 yang isinya menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberikan kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api
di Indonesia.
SEJARAH PT KAI
Pada hari Jumat, tanggal 17 Juni 1864, kereta api pertama di Indonesia lahir. Pembangunan diprakarsai oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan rute Samarang-Tanggung. Pencangkulan tanah pertama dilakukan di Desa Kemijen dan diresmikan oleh Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele. Namun jalur ini dibuka tiga tahun berikutnya, 10 Agustus 1867. Hingga tahun 1873 tiga kota di Jawa Tengah, yaitu Semarang, Solo, dan Yogyakarta sudah berhasil dihubungkan.[7][8][9]
Masa politik kolonial liberal rupanya mengakibatkan Pemerintah Belanda enggan mendirikan perusahaannya dan justru memberikan kesempatan luas bagi perusahaan-perusahaan (KA) swasta. Namun sayangnya, perusahaan swasta itu tidak memberikan keuntungan berarti (apalagi NIS masih membutuhkan bantuan keuangan dari Pemerintah Kolonial), maka Departemen Urusan Koloni mendirikan operator KA lain, Staatsspoorwegen, yang membentang dari Buitenzorg hingga Surabaya. Pertama dibangun di kedua ujungnya, jalur pertama di Surabaya dibuka pada tanggal 16 Mei 1878 dan terhubung pada tahun 1894.
Selain itu, muncul juga lima belas operator KA swasta di Jawa yang menamakan dirinya sebagai "perusahaan trem uap", namun meskipun namanya demikian, perusahaan itu sudah dapat dianggap sebagai operator KA regional.
Sebagai perusahaan kolonial, sebagian besar jalur KA di Indonesia mempunyai dua tujuan: ekonomis dan strategis. Nyatanya, syarat bantuan keuangan NIS antara lain membangun rel KA ke Ambarawa, yang memiliki benteng bernama Willem I (yang diambil dari nama Raja Belanda). Jalur KA negara pertama dibangun melalui pegunungan selatan Jawa, selain daerah datar di wilayah utara Jawa, untuk alasan strategis sama. Jalur KA negara di Jawa menghubungkan Anyer (lintas barat) menuju Banyuwangi (lintas timur).
Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh, menghubungkan Banda Aceh hingga Pelabuhan Uleelhee, dengan lebar sepur 1.067 mm, yang digunakan untuk keperluan militer. Kemudian, lebar sepur yang sebelumnya 1.067 mm kemudian diganti menjadi 750 mm membentang ke selatan. Jalur ini kemudian berpindah kepemilikan dari Departemen Urusan Perang kepada Departemen Urusan Koloni tanggal 1 Januari 1916 menyusul perdamaian relatif di Aceh.
Ada pula jalur kereta api di Ranah Minangkabau (dibangun pada tahun 1891-1894) dan Sumatera Selatan (dibangun tahun 1914-1932). Kedua jalur ini digunakan untuk melintas layanan KA batu bara dari pertambangan bawah tanah menuju pelabuhan.
Di Sumatera Utara, ada perusahaan KA bernama Deli Spoorweg Maatschappij yang banyak mengangkut karet dan tembakau di daerah Deli.
Pembangunan jalur kereta api juga dilangsungkan di Sulawesi Selatan pada bulan Juli 1922 hingga 1930; sebagai bagian dari proyek besar-besaran pembangunan jalur rel di Kalimantan dan Sulawesi, menggabungkan sistem rel KA di Sumatera, serta elektrifikasi jalur KA utama di Jawa. Namun Depresi Besar telah membatalkan upaya ini. Meskipun tidak sempat dibangun, studi pembangunan jalur KA di Kalimantan, Bali, dan Lombok telah selesai dilakukan.
Semasa pendudukan Jepang, seluruh jalur KA (bahkan yang terpisah sekali pun) dikelola sebagai satu kesatuan. Sementara itu, di Sumatera, juga dikelola oleh cabang-cabang Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang, secara terpisah.
Pendudukan Jepang akhirnya mengubah lebar sepur 1.435 mm di Jawa menjadi 1.067 mm, sebagai penyelesaian masalah lebar sepur ganda. Ini bukanlah "permasalahan nyata" karena tidak banyak perubahan materiil di kedua sistem itu, banyak rel 1.435 mm dipasangi rel ketiga pada tahun 1940, menghasilkan rel dengan lebar sepur campuran.
Struktur organisasi PT KAI
PEMEGANG SAHAM PT KAI
PT Reska Multi Usaha bergerak dalam bidang usaha
Restorasi KA, Service On Train (SOT), Jasa Boga (Catering), Resto &
Cafe, Parkir. Komposisi kepemilikan saham PT Reska Multi Usaha yaitu PT
KAI 95,01% dan Yayasan Pusaka 4,99%.
Alamat Kantor :
Stasiun Mangga Besar Lt. 1, Jl. Karanganyar no. 1 Jakarta Pusat
Telepon : 021-62302540
Email : reska.pusat@reska.co.id
Website : www.reska.co.id
Stasiun Mangga Besar Lt. 1, Jl. Karanganyar no. 1 Jakarta Pusat
Telepon : 021-62302540
Email : reska.pusat@reska.co.id
Website : www.reska.co.id
B. PT Railink
PT Railink merupakan joint venture antara PT
Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Angkasa Pura II (Persero)
dengan komposisi kepemilikan saham 60% KAI dan 40% AP II. Kegiatan usaha
yang dijalaninya yakni pengoperasian, Pengoperasian pengelolaan dan
pengusahaan kereta api bandara, Pengembangan dan pengelolaan stasiun
kereta api di bandara dan di pusat kota, Pengadaan dan pemeliharaan
sarana dan prasarana kereta api, Pembagunan prasarana kereta api,
Konsultasi dan desain sistem perkerataapian, Pengusahaan jasa lainnya
yang menunjang usaha-usaha pokok.
Alamat Kantor :
1. Kantor Pusat : Gedung JRC Lantai 3, Jl. Ir. H. Juanda 1B No. 8-10 Jakarta Pusat
2. Cabang Medan : Jl. Prof. H.M. Yamin, SH No. 14 - Medan 20231, Sumatra Utara, Indonesia
Telepon : 061 - 4561331
Email : info@railink.co.id
Website : www.railink.co.id
1. Kantor Pusat : Gedung JRC Lantai 3, Jl. Ir. H. Juanda 1B No. 8-10 Jakarta Pusat
2. Cabang Medan : Jl. Prof. H.M. Yamin, SH No. 14 - Medan 20231, Sumatra Utara, Indonesia
Telepon : 061 - 4561331
Email : info@railink.co.id
Website : www.railink.co.id
C. PT KAI Commuter Jabodetabek
PT KAI Commuter Jabodetabek dibentuk berdasarkan
Inpres No. 5 tahun 2008 dam surat Menneg BUMN No.S-653/MBU/2008 tanggal
12 agustus 2008. Tugas pokok KCJ adalah menyelenggarakan pengusahaan
jasa angkutan kereta api commuter dengan menggunakan sarana Kereta Rel
Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta
pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang. PT KAI Commuter
Jabodetabek dengan komposisi kepemilikan saham KAI 99,78% dan Yayasan
Pusaka 0,22%.
Alamat Kantor :
Stasiun Juanda Lt. 1 & 2, Jl. Ir. H. Juanda 1 - Jakarta Pusat, 10120, Indonesia
Telepon : 021 - 345 3535
Fax : 021 - 34834084
email : commuter@krl.co.id
Website : www.krl.co.id
Stasiun Juanda Lt. 1 & 2, Jl. Ir. H. Juanda 1 - Jakarta Pusat, 10120, Indonesia
Telepon : 021 - 345 3535
Fax : 021 - 34834084
email : commuter@krl.co.id
Website : www.krl.co.id
D. PT KA Pariwisata
PT KA Pariwisata atau disingkat PT KA Wisata
bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa yang bermutu tinggi dan
berdaya saing kuat di pasar dalam wilayah Indonesia dibidang pariwisata
kereta api, dan kegiatan usaha yang mendukung pariwisata kereta api
dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Komposisi kepemilikan saham PT KA Pariwisata yaitu KAI 99,90% dan
Yayasan Pusaka 0,1%.
Alamat Kantor :
Stasiun Gambir Lt. 2, Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat 10110, Indonesia.
Telepon : 021 - 38902233
Fax : 021 - 38902424
Email : info@indorailtour.com
Website : www.indorailtour.com
Stasiun Gambir Lt. 2, Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat 10110, Indonesia.
Telepon : 021 - 38902233
Fax : 021 - 38902424
Email : info@indorailtour.com
Website : www.indorailtour.com
E. PT. KA Logistik
PT Kereta Api Logistik (Kalog) memiliki usaha di
bidang layanan distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan
bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang parnipurna
bagi pelanggan kereta api yang didukung dengan angkutan pra dan lanjutan
serta layanan penunjangnya, meliputi pengelolaan Termianal Peti Kemas
(TPK), bongkar muat, pergudangan, pengepakan, pelabelan, pengangkutan,
penjejakan, pengawalan logistik serta manajemen logistik dengan
menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas. Orientasi bisnis
Kalog kedepan adalah sebagai jasa layanan distribusi logistik secara
Total Solution melalui End-to-End Services atau dengan kata lain sebagai SCM Service Provider.
Fungsi dan peran kontributif Kalog terhadap jasa
layanan yang telah disediakan oleh induknya adalah sebagai pencipta
nilai tambah (value creator) sepanjang rantai nilai (value chain)
layanan distribusi logistik, termasuk layanan yang telah disediakan
oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), seperti angkutan barang dan
pergudangan. Komposisi kepemilikan saham PT KA Logistik yaitu KAI 99,90%
dan Yayasan Pusaka 0,1%.
Alamat Kantor :
Stasiun Gondangdia Lt. 1, Jl. KH. Wahid Hasyim No. 11 A, Jakarta Pusat 10340
Telepon : 021 - 31922299,
Fax: 021 - 31922288,
Email : info@kalogistics.co.id
Website : www.kalogistics.co.id
Stasiun Gondangdia Lt. 1, Jl. KH. Wahid Hasyim No. 11 A, Jakarta Pusat 10340
Telepon : 021 - 31922299,
Fax: 021 - 31922288,
Email : info@kalogistics.co.id
Website : www.kalogistics.co.id
F. PT KA Properti Manajemen
PT KA Properti Manajemen atau disingkat PT KAPM
memiliki usaha di bidang pengelolaan aset/properti perkeretaapian milik
PT Kereta Api Indonesia (Persero) maupun pihak lainnya dengan tujuan
mengoptimalkan pemanfaatan serta memberikan nilai tambah aset/properti
tersebut guna memenuhi standar mutu terbaik dengan menerapkan
prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Komposisi kepemilikan saham PT KA
Properti Manajemen yaitu KAI 99,90% dan Yayasan Pusaka 0,1%.
Alamat Kantor :
Stasiun Sawah Besar Lt. 1, Jl. K.H. Samanhudi, Jakarta Pusat - 10710
Telepon : 021 - 3451040 & 021 -3451404
Faximile: 021 - 3451087
E-mail: corporate@kapm.co.id
Website : www.kapm.co.id
Stasiun Sawah Besar Lt. 1, Jl. K.H. Samanhudi, Jakarta Pusat - 10710
Telepon : 021 - 3451040 & 021 -3451404
Faximile: 021 - 3451087
E-mail: corporate@kapm.co.id
Website : www.kapm.co.id
G. PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia
PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia atau disingkat PSBI
merupakan Joint Venture dari 4 BUMN yaitu PT Wijaya Karya (Persero)
(WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Kereta Api Indonesia
(Persero) (KAI) dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) dengan
kepelimilikan saham Wika 38%, KAI 25%, PN VIII 25%, dan JSMR 12%. PT
PSBI akan melaksanakan proyek penyelenggaraan jasa kereta api cepat
untuk trase Jakarta–Walini–Bandung
Alamat Kantor:
Jl. D.I. Panjaitan Kav.9, Jakarta 13340, PO Box 4174
Telepon: 021-8192808, 8508640, 8508650
Faximile: 021-8191235
Jl. D.I. Panjaitan Kav.9, Jakarta 13340, PO Box 4174
Telepon: 021-8192808, 8508640, 8508650
Faximile: 021-8191235
PROSES MANAJEMEN
Input : Man, material, money, machine, method, market
Output : Mencapai tujuan, produk, jasa, efisien, efektivitas
Efektivitas → melakukan pekerjaan dengan benar, sejauhmana organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Efisiensi → melakukan pekerjaan dengan benar atau sesuai standar, jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Manajemen secara umum dibagi atas tiga jenjang,
-Top Manager (Manajemen Puncak)
Seorang
manajer yang berada pada puncak hirarki dan bertanggung jawab atas
keseluruhan organisasi. Contoh : Dirut, Presiden Direktur, CEO.
-Middle Manager (Manajemen Menengah)
Manajer
yang bekerja pada tingkat menengah organisasi dan bertanggung jawab
atas unit usaha dan departemen utama,. Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi. Project Manager Manajer
yang bertanggung jawab untuk pekerjaan sementara yang melibatkan
partisipasi orang yang datang dari berbagai fungsi yang dan tingkatan
organisasi
-First Line Manager atau Lower Manager( Manajemen Pelaksana)
Seorang manajer yang secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa. Contoh : Supervisor
Bidang-bidang manajemen :
o Manajemen Produksi
o Manajemen Pemasaran
o Manajemen Keuangan
o Manajemen personalia
o Manajemen administrasi
Penggunaan fungsi manajemena pada PT Kereta Api Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api.
Layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) meliputi angkutan penumpang
dan barang. Dalam PT KAI juga diterapkan fungsi fungsi manajemen yang
berguna untuk kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
1. Planning
dalam PT KAI berupa masalah ketetapan jadwal perjalaan kereta api yang
mesti dipersiapkan sebaik-baiknya sehingga arus kereta bisa berjalan
lancar sehingga tepat dengan jadwal yang ada.
2. Organizing
dalam PT KAI merupakan pengoprasian alat-alat, penempatan pegawai, dan
kelangsungan kinerja kereta. Operasi sarana ditentukan oleh Lok – Km,
KRL- Km dan KRD – KM yang realisasinya rata-rata menggunakan computer.
3. Controling
dalam PT KAI merupakan pengawasan/pengamatan bagi semua aspek yang
berkaitan dengan jalannya kereta dari awal-tujuan, biaya juga harus di
perhatikan sumber dana, manajemen penggunaan dana dan pengawasaan
penggunaan dana sehingga semua yang telah ditetapkan berjalan baik serta
memberikan efek kenyamanan bagi para pengguna kereta.
4. Actuating dalam PT KAI merupakan memberikan motivasi, penggerak bagi karyawan sehingga semua berjalan baik
5. Directing
dalam PT KAI merupakan pengarahan, instruksi atau perintah dalam
sehari-hari dilapangan dimana yang harus didahulukan bila terjadi
kendala/masalah pada kelangsungan kereta .
6. Reporting
dalam PT KAI dilihat dari alat komunikasi yang digunakan pada masini
yang bekerja dilapangan dengan kantor pusat sehingga keadaan terbaru
bisa diberikan satu dan yang lain, hal ini sangat diperlukan agar tidak
terjadi kesalahan dalam kerjanya kereta.
7. Staffing
dalam PT KAI hamper mirip dengan organizing yaitu penempatan pegawai
yang paling sesuai dengan keahlian pegawai tersebut sehingga
memaksimalkan kinerja keseluruhan jalannya kereta
“Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan Stakeholders.
Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya melalui praktik bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi Stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan empat pilar utama: Keselamatan, Ketepatan Waktu, Pelayanan, dan Kenyamanan.
Langganan:
Postingan (Atom)








